Noni Atasi Darah Tinggi & Pembengkakan Jantung

Herianto Chong
Pada bulan Desember 2009, sehabis pulang dari Pontianak, kaki Herianto menjadi lemas. Pengobatan dengan produkproduk tradisional Cina dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan tersebut. Namun karena terlalu banyak mengonsumsi obat cina, bukannya semakin membaik malah menimbulkan penyakit lain, yaitu darah tinggi yang menyebabkan Herianto tidak bisa tidur 4 hari 4 malam sehingga harus diopname di rumah sakit.

 
Diagnosa dokter menyatakan bahwa Herianto mengidap penyakit darah tinggi dan pembengkakan jantung sebelah kiri yang menyebabkan sesak di dada setiap kali bangun dari tempat pembaringan dan kaki lemas. Lebih parah lagi Herianto menjadi tergantung dengan obat tidur. Hal ini terus berlangsung hingga 9 bulan. “Kita terus kontrol ke rumah sakit, tapi tidak ada hasilnya. Pada bulan September 2010, aku dikenalkan Tahitian Noni oleh seorang teman,’ katanya sambil tersenyum
Bertemu TNBB
Kesaksian positif dari teman – teman Herianto yang mengidap sakit parah meyakinkan beliau untuk mencoba TNBB. Setelah mengonsumsi 2 botol dengan dosis 3x40ml dan menjalankan pantangan yang disarankan oleh dokter, seperti tidak mengonsumsi makanan dengan penyedap rasa ataupun segala jenis mie dan roti, darah tinggi Herianto berangsur-angsur normal dan rasa sesak di dada hilang. Bahkan kini Herianto sudah bisa kembali naik sepeda. Selain itu, beliau juga terbebas dari obat tidur berkat TNBB yang memberikan kualitas tidur yang jauh lebih baik. “Terima kasih kepada TNBB, sungguh produk yang luar biasa. TNI bukan hanya memperbaiki kesehatanku tapi juga memberikan penghasilan yang memuaskan bagi anakku yang sekarang berfokus pada bisnisTNI. TNBB memang berbeda dengan binis MLM yang lain” demikian kesan Herianto menutup pembicaraan.
Sumber: Buletin Ia’Orana Tahitian noni Maret 2011, Hal. 19

Tahitian Noni Atasi Stroke Akut

STOKE AKUT
Anthony Manurung, 59 tahun, divonis dokter untuk mengonsumsi obat seumur hidup akibat stroke yang diderita sejak tahun 1996. Selama 14 tahun tersebut, 3 macam obat paten seharga jutaan harus diminum Anthony setiap harinya. Pernah suatu ketika, Anthony yang berbobot 125 kg ini, jatuh dari kursi ketika beliau sedang dinas di luar kota akibat lupa meminum obat. Kejadian ini menyebabkan masalah pada bagian tangan dan kaki. Setelah dibawa ke dokter dan diperiksa secara teliti, syaraf leher ternyata juga mengalami masalah dan harus menggunakan penyangga. Selain itu, bagian pinggang jadi bermasalah, sehingga jalan juga harus di tuntun memakai tongkat. “Untuk minum obat, mandi, jalan dan semuanyanya harus dibantu orang,” ujarnya menceritakan kondisinya dulu. Lelah dengan ketergantungan obat dan keadaan hidup seperti ini, Anthony mencari solusi alternatif untuk mengatasi masalah kesehatannya. 
Bertemu TNBB 
Di bulan Maret, tahun 2010, seorang adik yang tinggal di Pekanbaru mengirimkan produk TNBB untuk membantu proses penyembuhan penyakit yang dideritanya. “Adik saya memberikan 2 botol TNBB untuk diminum. Saya meminumnya 2 kali sehari dengan dosis 30cc selama 3 bulan. Lalu adik saya mengirimkan lagi 2 botol TNBB. Setelah mengonsumsi 4 botol TNBB, tidak ada perubahaan yang berarti,” ujarnya. Namun melalui sesi konsultasi, Anthony mendapatkan informasi mengenai cara mengonsumsi TNBB untuk mendapatkan hasil yang optimal. “Cara minumnya harus diendapkan di bawah lidah, ditahan dalam mulut selama 3 detik, kemudian langsung ditelan. Setelah itu minum 2 gelas air putih hangat. Sehari saya minum 4 kali dengan dosis 30cc.” Kemudian, perubahan mulai terlihat dan terasa. “Selama 4 hari, saya mengalami diare. Setelah dosis ditambah menjadi 60cc, saya semakin sering buang air kecil sehingga saya harus memakai pampers karena tidak bisa ditahan,” katanya sambil tertawa. Setelah 3 bulan mengonsumsi TNBB dengan cara yang benar, berat badan Anthony berkurang menjadi 105 kg. Dan ia sudah bisa bergerak tanpa bantuan orang lain. “Malah sekarang berat badan saya sudah turun kembali menjadi 94 kg. Puji Tuhan ! Selain itu, kolesterol turun dan asam urat menjadi normal kembali,” ujar Anthony yang sekarang fokus menjalankan bisnis di TNI ini.

Sumber Buletin Ia'Orana Edisi Februari 2011, Hal. 19